TAT, Jakarta — Sebanyak 52 tongkang berlapis emas akan menyusuri Sungai Chao Phraya dalam Royal Barge Procession atau Prosesi Tongkang Kerajaan pada 6 November 2026. Tradisi yang menjadi bagian dari budaya kerajaan Thailand ini menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk menyaksikan warisan sejarah dan seni Thailand dari dekat.
Tradisi Kerajaan Sejak Berabad-abad
Prosesi tongkang kerajaan berawal dari masa Kerajaan Ayutthaya, ketika sungai menjadi jalur transportasi utama sekaligus sarana untuk menunjukkan kewibawaan raja. Tradisi ini berlanjut setelah Bangkok menjadi ibu kota pada 1782.
Setiap tongkang dihiasi ukiran kayu, lapisan emas, mosaik kaca, dan figur makhluk mitologis yang terinspirasi dari kepercayaan Hindu dan Buddha. Salah satu yang paling terkenal adalah Suphannahong, tongkang kerajaan dengan haluan berbentuk angsa berwarna emas. Ada pula Narai Song Suban yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Bhumibol Adulyadej.
Setelah mengalami kerusakan akibat perang dan penurunan kondisi selama bertahun-tahun, armada tongkang dipulihkan dan prosesi kembali diselenggarakan pada pertengahan abad ke-20. Saat tidak digunakan, tongkang-tongkang tersebut disimpan di National Museum of Royal Barges di kawasan Bangkok Noi.
Bagian dari Tradisi Keagamaan Thailand
Prosesi Tongkang Kerajaan tidak diselenggarakan setiap tahun, melainkan untuk memperingati momen penting kerajaan. Salah satunya adalah upacara Royal Kathin, yaitu penyerahan jubah kepada para biksu Buddha pada akhir masa Vassa atau retret musim hujan.
Pada 2026, prosesi ini dijadwalkan berlangsung dalam rangka upacara Royal Kathin di Wat Arun Ratchawararam, sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-48 Ratu Suthida.
Sebanyak 2.200 personel Royal Thai Navy akan mengawaki 52 tongkang yang bergerak dalam lima kolom dan tiga baris. Iring-iringan sepanjang sekitar 1.280 meter ini akan melintasi Sungai Chao Phraya dengan irama dayung dan lantunan komando tradisional.
Jadwal dan Rute Prosesi Tongkang Kerajaan 2026
Prosesi utama dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 November 2026, dengan keberangkatan dari Dermaga Wasukri menuju Wat Arun Ratchawararam.
Sepanjang perjalanan, iring-iringan akan melewati sejumlah landmark Bangkok, termasuk Phra Sumen Fort, Somdet Phra Pinklao Bridge, Siriraj Hospital, kawasan Grand Palace, dan Royal Thai Navy Auditorium.
Prosesi diperkirakan berlangsung pada sore hari. Area pengamatan dijadwalkan mulai dibuka sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Wisatawan disarankan datang lebih awal dan memeriksa pengumuman resmi untuk mengetahui informasi terbaru mengenai jadwal dan akses.
Tiket dan Jadwal Latihan
Royal Thai Navy sebelumnya menyediakan tiket gratis untuk sejumlah area pengamatan di tepi sungai. Namun, periode pemesanan pada 8–16 September telah berakhir. Wisatawan yang belum memperoleh tiket dapat memeriksa pengumuman terbaru untuk mengetahui ketersediaan akses lainnya.
Alternatifnya, wisatawan dapat menyaksikan sesi latihan. Rangkaian latihan dijadwalkan berlangsung dari 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026. Latihan pada 21 dan 28 Oktober dijadwalkan menggunakan formasi dan perlengkapan lengkap. Pastikan untuk memeriksa ketentuan akses sebelum berkunjung.
Lokasi Terbaik untuk Menyaksikan Prosesi
Beberapa titik di sepanjang Sungai Chao Phraya menawarkan sudut pandang menarik untuk menyaksikan iring-iringan tongkang kerajaan.
Restoran dan teras hotel di tepi sungai, terutama di sekitar Wat Arun dan Grand Palace, juga dapat menjadi pilihan untuk menikmati prosesi. Lakukan reservasi lebih awal jika ingin mendapatkan tempat dengan pemandangan langsung ke sungai.
Prosesi Tongkang Kerajaan menawarkan lebih daripada sekadar pertunjukan megah. Tradisi ini menjadi kesempatan untuk mengenal warisan sejarah, seni, dan kehidupan spiritual Thailand melalui salah satu perhelatan budaya paling istimewa di Bangkok.