TAT Bergabung dalam Kampanye Samui Say No to Plastic 337x321 - TAT Bergabung dalam Kampanye 'Samui Say No to Plastic'

TAT, Jakarta – Pada 4 Desember 1989, almarhum Raja Rama IX pernah menyampaikan keprihatinannya tentang masalah lingkungan yang dihadapi rakyat Thailand dan mendorong mereka untuk bekerja sama untuk mencari solusi sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab kewarganegaraan mereka, tidak hanya untuk Thailand tetapi untuk seluruh manusia di Bumi.

 

Pidato tersebut dianut oleh Dewan Lingkungan Nasional juga Kementerian Sains dan Teknologi, lalu dijadikan titik awal untuk gerakan perlindungan nasional yang lebih luas. Kabinet Thailand kemudian mengadakan pertemuan pada 12 November 1991, dan menetapkan tanggal 4 Desember sebagai Hari Lingkungan Thailand.

 

Kampanye ‘Samui Say No to Plastic’

Dalam rangka perayaan Hari Lingkungan Thailand, The Tourism Authority of Thailand (TAT) forum ‘Samui Say No to Plastic’ di International School of Tourism, Suratthani Rajabhat University. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi, pelestarian dan pengembangan sumber daya alam Ko Samui, serta mendorong perubahan perilaku di antara sektor publik, swasta, dan masyarakat setempat terhadap penggunaan plastik.

 

Dua pembicara ikut terlibat dalam pelaksanaan forum. Pembicara pertama adalah Dr. Thon Thomrongnawasawat, seorang ilmuwan kelautan, penulis, dan pengelana yang memenangkan National Geographic Thailand Explorer Awards 2019. Pembicara kedua adalah Pakin (Tono), seorang penyanyi terkenal Thailand yang pernah berpartisipasi dalam kegiatan pengumpulan sampah di Ko Rin, distrik Sattahip di provinsi Chonburi pada Februari lalu.

 

Forum diselenggarakan dengan dukungan dan keterlibatan banyak pihak, di antaranya adalah Kementerian Dalam Negeri, Kantor Distrik Koh Samui, Koh Samui Municipality Surat Thani, Asosiasi Pariwisata Koh Samui, Yayasan Persatuan Rakyat Samui, Trash Hero Ko Samui, Gold Bin @Samui, UNDP, Bangkok Airways, Tesco Lotus, Big C, Department Store Pusat, Tops Supermarket, Makro, Seven Eleven, Family Mart, Tesco Lotus Express, Mini Big C, Home Pro, dan ARK bar. Kuil dan sekolah juga terlibat dalam kegiatan untuk menyatukan dan meningkatkan kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya lingkungan, seni, budaya dan pariwisata.

 

Gubernur TAT Pusat, Yuthasak Supasorn, mengatakan: “Saat ini sektor pariwisata merupakan penyedia lapangan pekerjaan dan pendorong ekonomi di Ko Samui. Para pengunjung datang untuk menikmati alam dan budaya Ko Samui, sehingga diperlukan upaya untuk mengapresiasi sumber daya lingkungan demi menjaga masa depannya. TAT sangat berterima kasih kepada semua sponsor dan pendukung atas kontribusinya dalam perjuangan melindungi lingkungan selama ini.”