Upaya Pemerintah Thailand dalam Melestarikan Alam dan Satwa Liar 485x321 - Upaya Pemerintah Thailand dalam Melestarikan Alam dan Satwa Liar

TAT, Jakarta – Pemerintah Thailand, bekerja sama dengan organisasi independen dan masyarakat, melakukan upaya bersama untuk melestarikan dan merawat satwa liar. Hal ini dilakukan karena bertambahnya populasi manusia, semakin melahap banyak sumber daya (termasuk tanah), yang tak jarang menjadi habitat satwa liar.

Prioritas konservasi adalah melestarikan sisa tutupan hutan Thailand dan mengembalikan beberapa daerah maju ke kondisinya semula (alam bebas).

Upaya Pemerintah Thailand dalam Melestarikan Alam dan Satwa Liar - Upaya Pemerintah Thailand dalam Melestarikan Alam dan Satwa Liar

Konservasi Gajah

Jumlah populasi gajah semakin bertambah tiap tahunnya. Saat ini terdapat sekitar 3.000 gajah liar yang hidup di cagar alam dan taman nasional di berbagai bagian Thailand. Maka itu, diperlukan area yang luas untuk gajah tumbuh dan berkembang agar tidak punah.

Untuk mengatasi perburuan liar, pemerintah meminta masyarakat dan para wisatawan untuk menghentikan perburuan liar, terutama yang menyasar bayi gajah liar. Pemerintah juga merencanakan pencatatan informasi genetik gajah jinak, sekaligus meneliti dan mengamati tempat penampungan gajah.

Berikut ini berbagai upaya yang telah dilakukan banyak pihak dalam melestarikan gajah sebagai simbol nasional:

  • Pusat Konservasi Gajah Thailand (TECC) telah merawat gajah di daerah berhutan di selatan Chiang Mai sejak tahun 1993. TECC mengoperasikan rumah sakit gajah di tempat dan mengelola klinik keliling. Ini mengajarkan wisatawan untuk menghargai gajah dan telah memelopori konservasi dan sains.
  • Phang Nga Elephant Park, bisnis ramah lingkungan yang dikelola keluarga di utara Phuket, menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Gajah diperlakukan dengan hormat: tidak ada trik menari dan sirkus. Melalui interaksi manusia-gajah, para wisatawan belajar untuk menghormati dan memperlakukan gajah secara bertanggung jawab.
  • Elephants World di Kanchanaburi, bentuk konservasi gajah yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pendanaan untuk gajah Thailand.

Konservasi Hewan Berbulu

The Bird Conservation Society of Thailand didirikan pada tahun 1953, merupakan LSM konservasi tertua di Thailand. Kelompok ini mengatur kunjungan lapangan dan proyek-proyek untuk melestarikan burung dan suaka burung.

Konservasi Anjing

Yayasan Anjing Soi dimulai di Phuket pada tahun 2003 untuk membantu anjing dan kucing jalanan. Kegiatannya meliputi upaya penyelamatan, perlindungan, perawatan medis, vaksinasi, dan sterilisasi bagi hewan tersesat.

Konservasi Laut

PBB melaporkan dua pertiga dari lingkungan laut global berubah secara signifikan akibat ulah manusia. Salah satunya akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan. Itu sebabnya pemerintah Thailand mengajak masyarakat untuk mengurangi limbah plastik, melakukan konservasi karang, dan membersihkan sampah.

Upaya Konservasi Lain

The World Wild Fund for Nature Thailand (WWF), Greenpeace, dan organisasi konservasi lain bekerjasama untuk melestarikan alam Thailand.

Organisasi konservasi independen terbesar dunia, WWF, didirikan pada tahun 1961 dan telah beroperasi di Thailand sejak 1995. Organisasi ini bertujuan membangun masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam. Langkah-langkah termasuk melestarikan keanekaragaman hayati, penggunaan berkelanjutan sumber daya alam terbarukan, pengurangan konsumsi boros, dan menghentikan polusi.